Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinopsis dan Alur Cerita Lengkap On Your Wedding Day (NEO-EUI KYEOL-HOON-SIK) (2018) Pacaran Denganku Nikahnya Dengan Dia

Sinopsis dan Alur Cerita Lengkap On Your Wedding Day (NEO-EUI KYEOL-HOON-SIK) (2018) Pacaran Denganku Nikahnya Dengan Dia

Hallo Boboho yang sukanya rebahan bagaimana hari ini masih tetap rebahan. Pasti kerjaannya makan, nonton spongebob, tidur, makan, nonton spengebob, tidur makan hambrem. Subscribe dong ah, eh maksud saya kerja dong ah.

Dan bagi para bocil - bocil yang budiman saya sarankan pada kalian semua agar jangan terus - terusan maen epep belajar anjim biar jadi youtuber hihi.

Jadi di film kali ini saya akan mengulas rangkuman alur cerita film On Your Wedding Day. Dimana menurut saya film ini sangat menarik dan dramatis, feelnya itu dapet banget cuy apalagi endingnya yang sangat amat menyayat hati serius.

Dan bagi para cewe - cewe pastinya kalian yang menonton film ini akan sedih ketika si cowonya itu engga jadi ena - ena, eh maksud saya menikah.

Karena film ini alurnya maju mundur dan mungkin pada saat pertama kalian menontonnya kalian akan sedikit dibuat kebingungan dengan alurnya. Maka dari itu saya akan menceritakan secara berurutan dari garis besar ceritanya saja bor.

Dan tanpa berlama - lama karena nanti saya ada meeting bersama 4 Kage untuk melaksanakan nobar atau nonton bareng maka dari itu kita langsung saja ke filmnya.

Film ini diawali di latar sekolahan tepatnya di atap sekolah, dua orang siswa sedang berkelahi yaitu tokoh utama lelaki yang bernama Hwang Woo-yeon dengan siswa yang entah siapa namanya.

Dikarenakan Hwang Woo-yeon berkelahi dia dihukum oleh guru bp di ruangan guru, dan pada saat bersamaan datang cewe cantik murid pindahan yang bernama Hwan Seung-hee.

Maka dari itu Hwang Woo-yeon tertarik dan langsung mendekati cewe pindahan yang bernama Hwan Seung-hee dan menawarkan nasihat dikarenakan Hwang Woo-yeon sama - sama murid pindahan di semester 1 lalu.

Tidak lama kemudian sinpun berpindah pada Hwan Seung-hee yang berada di dalam kelas sedang di kepoin oleh para siswa - siswa dengan memphoto Hwang Seung-hee yang berada di kelas.

Karena kecantikannya Hwang Seung-hee banyak menarik siswa - siswa di sekolahan itu. Tidak lama kemudian datang seorang siswa yang mukanya biasa - biasa aja yang bernama Taek-ki. Taek-ki mengajak kencan Seung-hee tetapi Seung-hee menolaknya dengan memberikan kode pakyu menggunakan tangannya.

Pada saat bersamaan pesan smspun masuk pada ponsel Woo-yeon yang bertuliskan bahwa murid pindahan tersebut adalah milik Taek-ki jadi tinggalkan dia sendiri, itu artinya jangan ada yang mendekatinya selain dari Taek-ki.

Sedikit pemberitahuan disini Taek-ki adalah siswa yang memiliki banyak teman atau geng-gengan yang cukup mempunyai keberanian.

Sinpun berganti pada Seung-hee yang berjalan sendirian membawa tong sampah untuk dibuangnya dan pada saat bersamaan Woo-yeon melihatnya dan langsung mendekati Seung-hee.

Dan ternyata Seung-hee di jaili oleh siswa lain dengan menempelkan kertas di punggungnya dengan bertuliskan Taek-ki love Seung-hee, maka dari itu Woo-yeon yang mendekatinya mencabut semua kertas yang menempel di punggung Seung-hee.

Pada saat bersamaan Seung-hee dan Woo-yeon pun berbicara, Woo-yeon menawarkan apakah Seung-hee mau bolos sekolah atau tidak dikarenakan mereka berdua sama - sama murid pindahan.

Seung-hee pun menjawabnya dengan kata - kata gaul yaitu quickie. Sedikit pemberitahuan quickie memiliki dua arti yang berbeda yaitu bolos tetapi Woo-yeon salah mengartikannya, dia beranggapan bahwa seung-hee mengajaknya untuk melakukan adegan ena - ena cuy.

Woo-yeon yang sedikit mulai sagnepun menjawabnya dengan muka haus becocok tanam dengan menjawab, haruskah.

Merekapun melanjutkan aksinya untuk bolos sekolah dengan memanjat benteng sekolahan. Setelah itu Seung-hee mengajak Woo-yeon untuk makan cireng pedas di warung.

Sinpun berganti dimana mereka berdua berjalan kaki untuk pulang ke rumah, sambil ngobrol di jalan karena Woo-yeon sudah terlanjur membeli bungkusan sosis rasa strawberry Woo-yeon menanyakan sesuatu pada Seung-hee kapan kamu pertama kali quickie. Tapi quickie yang si Woo-yeon maksud adalah bercocok tanam cuy.

Memang dasar sangne si Woo-yeon udah cape - cape beli bungkusan sosis rasa strawberry eh ga jadi dah ena - enanya.

Sinpun berganti pada keesokan harinya, dimana Seung-hee melihat Taek-ki sedang di bangkunya untuk memberikan hadiah boneka tetapi Seung-hee yang merasa ilfil dan tidak nyaman lalu berniat untuk mabal sekolah.

Ketika dijalan Seung-hee bertemu Woo-yeon yang sedang berkelahi dengan siswa lain tetapi itu tidak mengurungkan niatnya untuk mabal sekolah cuy.

Dan pada saat Seung-hee sedang naik benteng sekolahan untuk bolos sekolah Seung-hee hendak terjatuh tetapi pada saat bersamaan Woo-yeon pun datang dan menangkap Seung-hee yang terjatuh.

Sinpun berpindah pada saat mereka berdua berhasil untuk mabal sekolah dan mampir di warung seblak untuk memakan basreng sesambil ngobrol Woo-yeon memberikan nasihat agar Seung-hee berpura -pura pacaran dengannya agar si Taek-ki tidak terus -terusan mendekatinya.

Pada saat itu juga datang Taek-ki dan menghampiri mereka berdua yang sedang makan basreng tetapi Seung-hee langsung bergegas dan menegaskan bahwa mereka sudah sah pacaran.

Taek-ki pun kesal dan mengancam bahwa Woo-yeon tidak akan betah di sekolahan, karena Woo-yeon sudah berjanji agar tidak akan berantem lagi, Woo-yeon tidak melakukan baku hantam dengan Taek-ki.

Dan janji yang di sebutkan oleh Woo-yeon pun terpenuhi dimana ketika itu Woo-yeon sedang makan berdua dengan Seung-hee di sekolahan, Woo-yeon di lempar oleh Taek-ki bersama geng - gengannya dengan bungkusan susu dimana susu sisa tersebut mengenai kepala Woo-yeon dan muka Seung-hee. Tetapi Woo-yeon tidak marah malah Woo-yeon mengusap pipi Seung-hee yang terkena sisa susu tersebut dengan roman.

Itu membuktikan bahwa cintalah yang dapat mengubah segalanya langit dan bumilah yang menjadi saksinya njir kata kata saya cuy.

Hari demi hari pun berganti Seung-hee dan Woo-yeon semakin dekat dan selalu menghabiskan waktunya untuk bolos sekolahan dan selalu menyempatkan makan cireng saus tiram ketika bolos sekolah.

Pada suatu hari dimana mereka bolos mereka pergi ketempat biasa untuk membeli cireng tetapi warung itu tutup dikarenakan sedang merayakan pernikahannya.

Pada saat bersamaan mereka pun tertangkap basah oleh guru mereka ketika bolos sekolah tetapi mereka berhasil bersembunyi di sebuah bangunan tua.

Di karenakan hujan Seung-hee mampir di rumah Woo-yeon, sambil ngobrol - ngobrol Seung-hee pun melihat - lihat buku yang ada di rumah Woo-yeon dan pada saat bersamaan Seung-hee melihat banyak kaset dengan bergambarkan pepaya yang besar apalagi kalo bukan.

Suatu ketika Woo-yeon pergi ke kelas Seung-hee untuk memberikan kejutan dengan membawakan seblak kesukaannya tetapi Seung-hee mencapakanya.

Dengan keromantisannya, Woo-yeon bergegas ke ruangan musik bersama teman - temannya dan menyanyikan lagu kesukaanya dengan mengeraskan.

Seketika Seung-hee mulai ceria lagi dengan keromantisan Woo-yeon yang menyanyikan lagu kesukaan Seung-hee, Sin pun berpindah pada adegan dimana Seung-hee di ajak kepantai sepulang sekolah dan Woo-yeon pun memberikan hadiah pada Seung-hee sebuah mp3 yang berisikan semua lagu kesukaannya Seung-hee yang merasa senang memberikan hadiah sebuah kecupan manis pada Woo-yeon.

Pada keesokan harinya Seung-hee tidak masuk sekolah disinipun Woo-yeon curiga dan menanyakan apa yang telah terjadi pada Seung-hee, Woo-yeon pun mendapatkan alamatnya dan langsung pergi ke rumah Seung-hee sehabis sekolah.

Dan ternyata sesampainya Woo-yeon di depan rumahnya terlihat pintu rumah Seung-hee yang terbuat dari kaca itu pecah disebabkan oleh bapanya yang sedang mabuk lalu tanpa sadar marah marah kepada ibunya Seung-hee.

Di situlah Woo-yeon di suruh pergi dan Woo-yeon pun pergi karena sudah mengerti apa yang telah terjadi di rumah Seung-hee tersebut.

Hari pun berganti dimana Seung-hee menelpon Woo-yeon dengan rasa yang sedih karena akan meninggalkannya dengan pindah sekolah.

Sin pun berpindah Woo-yeon yang sudah lulus SMA dalam beberapa hari Woo-yeon bekerja jualan ayam goreng dan pada saat itu Woo-yeon melihat sebuah majalah Universitas Seoul dan melihat gadis cantik di majalah yang tidak lain adalah Seung-hee.

Woo-yeon pun berniat untuk kuliah di Universitas yang sama dengan cewe yang ia lihat di majalah tadi. Dengan tekatnya Woo-yeon pun mulai berlatih dan belajar dengan giat agar bisa diterima di Universital di Seoul.

Singkat cerita Woo-yeon di terima di Universitas Seoul dan pergi memakai bis ke Universitas Soul. Sesampainya di sana Woo-yeon mencari - cari mencari - cari dan akhirnya ketemulah Seung-hee sedang di jalan besama temannya. 

Merekapun mulai ngobrol - ngobrol di jalan dengan saling bercerita, Sin pun berpindah pada Woo-yeon yang sedang makan dengan temannya di kosan tiba - tiba Seung-hee datang  meminta Woo-yeon untuk berbicara dengannya dan ternyata Seung-hee sudah mempunyai pacar.

Pacar dari Seung-hee yaitu kapten tim dari Ragbe, jelas untuk mendapatkan cintanya Seung-hee, Woo-yeon masuk pada club Rugbe tersebut.

Suatu ketika datang pacar Seung-hee ke kamar kosannya dan di karenakan mereka tinggal satu gedung di dalam kosannya Woo-yeon merasa prustasi dan terganggu dan komplen kepada ibu kos.

Woo-yeon semakin cemburu dengan Seung-hee dan pacarnya, itu terlihat jelas ketika dimana Seung-hee merayakan ulang tahunnya.

Pacarnya memberikan hadiah di mobil kepadanya sebuah kalung, dan ketika itu Seung-hee dan pacarnya akan hendak saling mengecup Woo-yeon melempar kaca belakang mobil dengan batu dan akhirnya mereka pun tidak jadi saling mengecup.

Suatu hari club Ragbe Woo-yeon akan melaksanakan pertandingan dimana Woo-yeon mengetahui bahwa jika tim Ragbenya menang sang kapten yang tidak lain pacar barunya Seung-hee bertaruh jika ia menang akan berangkat ke Eropa dengan Seung-hee.

Tetapi Woo-yeon mengetahui bahwa Pacarnya Seung-hee ke Eropa demi wanita lain.

Pertandingan pun dilaksanakan semua tampak berjalan lancar, dan ketika pada menit - menit akhir tim Ragbe Woo-yeon harus menambah point jika ingin menang.

Woo-yeon yang sangat cemburu berusaha memenangkan pertandingan dengan melakukan strategi dengan teman kosaannya dan seketika itu tim Ragbe Woo-yeon memenangkan pertandingan, setelah pertandingan selesai Woo-yeon memukul sang kapten karena cemburu yang akan mengajak Seung-hee ke Eropa.

Seung-hee yang kecewa dengan pristiwa itu pun tidak berbicara lagi dengan Woo-yeon dan mulai menjauh.

Tahun pun berlalu dimana Woo-yeon sudah memiliki pacar cantik kaya muka mirip isyana beuh sempurna cuy sedang makan makan dan reunian bersama teman lamanya.

Suatu ketika Woo-yeon yang sedang mempromosikan pekerjaan sampingannya menjadi guru privat olahraga dia melihat Seung-hee kembali dan mengikutinya sampai di bertemu kembali dengan dia.

Merekapun mulai dekat kembali dan sering kali Woo-yeon menjadi supir Seung-hee ketika dia akan bekerja.

Suatu hari dimana Seung-hee diantar oleh Woo-yeon untuk bekerja sebagai model tetapi pada saat di jalan Seung-hee ditelpon oleh pihak perusahaan model bahwa shuting di batalkan tanpa alasan.

Seung-hee pun kesal dengan pernyataan itu, Woo-yeon yang merasa empati langsung menghiburnya dan mengajak Seung-hee ke taman.

Disini Seung-hee merasa bahagia dan cintapun bersemi kembali, tetapi keraguan Seung-hee terlihat ketika mereka akan berciuman tetapi Seung-hee langsung menolehnya.

Sin berpindah dimana mereka sedang berada di mobil untuk perjalanan pulang di sini mereka diam diaman apalagi Woo-yeon yang gagal mendapatkan jatahnya cuy.

Keesokan harinya tepat dimana Woo-yeon sedang ujian dia kepikiran dengan Seung-hee yang mencapakannya disini pacar Woo-yeon yang mirip Isyana pun sudah mengetahuinya.

Woo-yeon pun kembali menemui Seung-hee yang sedang shoting, Woo-yeon pun berbicara bahwa dirinya sangat mencintai dia dan hanya Seung-hee lah wanita yang dia sayangi, dan pada saat bersamaan Seung-hee yang melanjutkan shotingnya ada sebuah besi yang terjatuh dari gedung tetapi Woo-yeon dengan sigap langsung melindunginya.

Sin pun berpindah ketika Woo-yeon sedang di rumah sakit yang di temani oleh Seung-hee dan akhirnya Woo-yeon pun mendapatkan jatah dari Seung-hee ahay cocok tanam cuk.

Dan mereka pun jadian menjadi pacar dan selalu bersama setiap hari dengan bahagia, hari demi hari dilewati tetapi Woo-yeon yang pada saat itu sedang berbicara dengan temannya Woo-yeon menyatakan bahwa dirinya mungkin menyesal sudah bersama Seung-hee.

Pada saat bersamaan Seung-hee yang berada di belakangnya mendengar pernyataan Woo-yeon, Seung-hee pun kecewa dan langsung berbicara dengan Woo-yeon dan menegaskan bahwa kita putus saja.

Woo-yeon yang menyesalpun terus terusan minta maaf kepada Seung-hee tetapi itu tidak membuahkan hasil karena frustasi Woo-yeon pun sering mabuk mabukan.

Dan pada akhirnya dimana Seung-hee akan menikah dia memberitahukan langsung pada Woo-yeon bahwa dia akan menikah.

Meskipun Woo-yeon kecewa Woo-yeon tetap tegar dan menegaskan pada Seung-hee untuk memberikannya sebuah undangan, tuh kan pacaran denganku nikahnya dengan dia njir asli dah kaya judul lagu ini film haduh.

Meskipun Woo-yeon sedih dan kecewa dia tetap menghadiri pernikahannya dengan menyusun rencana kepada teman - temannya, rencana itu ialah tidak lain untuk memberikan ucapan menyesal tamat.

Banyolan

Ini film menyayat hati sumpah haduh menurut saya mah pedahal si Isyana udah cantik kaya raya eh malah milih Seung-hee, hah udah lah. Jadi segitu saja ya vidio kali ini saya tymod undur diri sekian dan terimagaji.